INSPIRA TALK – Pada bulan Syawal 1446 H, salah satu ibadah sunnah yang dapat di lakukan adalah puasa Syawal. Puasa Syawal di laksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri 1446 H.
Puasa Syawal adalah amalan sunnah yang memiliki pahala besar, seperti berpuasa selama setahun penuh, sebagaimana di sebutkan dalam hadis:
“Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian di lanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia akan mendapatkan pahala seperti berpuasa selama setahun” (HR Muslim).
Tahun ini, 1 Syawal 1446 H jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025. Artinya, puasa Syawal dapat di mulai pada hari Selasa, 1 April 2025.
Baca Juga: Mengunjungi Wisata Sejarah Kejayaan Kesultanan Cirebon di Keraton Kasepuhan
Menurut informasi dari Kementerian Agama (Kemenag) RI, puasa sunnah Syawal selama enam hari sebaiknya di lakukan segera setelah Hari Raya Idul Fitri, yaitu antara tanggal 2 hingga 7 Syawal.
Namun, bagi mereka yang melaksanakan puasa di luar tanggal tersebut, meskipun tidak di lakukan secara berturut-turut, tetap akan mendapatkan pahala puasa Syawal.
Dengan demikian, puasa Syawal bisa di lakukan antara tanggal 2 hingga 30 Syawal, baik secara berturut-turut, acak, atau terpisah.
Lalu, bagaimana bacaan niat dan tata cara pelaksanaan puasa Syawal 2025?
Baca Juga: Prabowo Undang Presiden-Wapres Terdahulu Open House di Istana
Bacaan Niat Puasa Syawal 1446 H
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwali lillahi ta‘ala.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT.”
Tata Cara Puasa Syawal Berikut adalah tata cara pelaksanaan puasa Syawal secara umum:
1. Membaca Niat
Seperti puasa pada umumnya, niat adalah hal pertama yang harus di lakukan. Niat puasa Syawal di lakukan dengan hati dan lisan, baik pada malam hari sebelumnya atau di pagi hari sebelum mulai berpuasa.
Baca Juga: Menteri Agama RI Nasaruddin Umar: Idulfitri Momentum Tingkatkan Sinergi dan Cegah Korupsi
2. Sahur
Meskipun puasa Syawal adalah puasa sunnah, di sunnahkan bagi umat Islam untuk melaksanakan sahur.
Meskipun sahur sangat di anjurkan, puasa tetap sah walaupun seseorang melewatkan sahur karena hukum sahur adalah sunnah, bukan kewajiban.
3. Menahan Hawa Nafsu, Lapar, dan Dahaga
Puasa Syawal di lakukan dengan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan hal-hal yang dapat membatalkan puasa lainnya, sampai waktu Maghrib tiba.
Dalam hal ini, umat Islam di harapkan untuk menahan hawa nafsu, lapar, dan dahaga hingga waktu berbuka puasa.
4. Buka Puasa
Buka puasa di lakukan setelah menahan lapar dan dahaga sepanjang hari. Di sarankan untuk berbuka puasa dengan kurma atau air putih terlebih dahulu, sebagaimana yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW.
Setelah itu, dapat melanjutkan berbuka dengan makanan yang lebih lengkap.
Baca Juga: Lengkap Niat Zakat Fitrah: Arab, Latin, serta Terjemahannya
Hal Lain yang Perlu Diperhatikan
– Puasa Syawal di lakukan selama enam hari, tetapi tidak harus di lakukan berturut-turut. Bisa di lakukan dalam waktu yang terpisah, selama masih berada dalam bulan Syawal.
– Puasa Syawal ini sangat di anjurkan karena memiliki keutamaan besar, yaitu seolah-olah puasa sepanjang tahun jika di lakukan setelah puasa Ramadan.
Dengan mengikuti tata cara ini, puasa Syawal dapat di laksanakan dengan baik dan semoga mendapatkan pahala dari Allah SWT. ***
(CY)